Penulisan Kreatif, Lebih dari Sekadar Tulisan

0
1246

Sore itu sebuah ruang kelas virtual dimulai. Diikuti oleh puluhan peserta lintas kota dan dipandu seorang moderator dari Kota Hujan. Bicara hujan, di saat yang bersamaan hujan juga turun di sudut Yogyakarta. Menemani seorang jurnalis sekaligus penulis yang menjadi narasumber dalam kelas penulisan kali ini. Namanya Titah, dari Yokyakarta, ia membagikan banyak cerita dan pengetahuan baru soal penulisan.

Kelas kali ini akan membicarakan soal penulisan kreatif. Untuk membukanya, sang moderator bertanya pada narasumber, apa yang dimaksud dengan menulis kreatif?

Menulis kreatif sebetulnya tidak memiliki definisi khusus, itu yang disampaikan Titah. Namun, satu hal yang pasti, semua tulisan membutuhkan kreatifitas, apa pun itu bentuk tulisannya. Di sisi lain, banyak dari kita yang menilai sebuah tulisan kreatif dari jenisnya, seperti fiksi, cerpen, pantun, atau puisi. Padahal, menulis kreatif bisa lebih dari itu. Penulisan caption instagram untuk penjualan pun bisa disebut sebagai menulis kreatif.

Secara singkat, teknik penulisan kreatif dipraktikan untuk membuat pembaca tidak bosan dengan tulisan yang disajikan. Sebab, penulisan kreatif dibuat menggunakan beberapa teknis yang memungkinkan hidupnya sebuah tulisan. Mulai dari plot, pembangunan emosi, hingga latar cerita yang membuat tulisan menjadi lebih hidup.

Saat akan menulis sebuah tulisan kreatif, unsur yang digunakan untuk membangunnya tidak jauh berbeda dengan saat menulis tulisan-tulisan lain, seperti artikel ilmiah atau laporan jurnalisme. Unsur tersebut sudah sering kita dengar dari kelas Bahasa Indonesia atau mentor-mentor penulisan, yaitu 5W dan 1H atau what, when, where, who, why, dan how.

Jika kita elaborasi lebih jauh, maka unsur what dapat diartikan sebagai plot cerita yang dibangun dalam sebuah tulisan. Unsur when dapat didefinisikan dengan kronologi sebuah cerita. Unsur where bisa kita gambarkan dengan latar cerita atau lokasi kejadian dari topik yang kita angkat. Unsur who tentunya adalah subjek atau karakter yang muncul dalam cerita. Kita bisa mendeskripsikannya secara lengkap dan utuh, mulai dari nama, sifat hingga hobinya. Unsur why adalah motif dari cerita yang kita tulis, adapun unsur how dapat diartikan langsung secara harfiah, yaitu bagaimana. Bagaimana cerita atau plot yang kita bangun itu terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here