Perang: Mengganjal dan Menjegal Keberlanjutan

0
988

“Perang secara inheren merusak pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, Negara harus menghormati hukum internasional yang memberikan perlindungan bagi lingkungan saat terjadi konflik bersenjata dan bekerja sama dalam pengembangan lebih lanjut, sebagaimana diperlukan. ” – Deklarasi Rio 1992

Kutipan di atas merupakan cuplikan dari kesepakatan bersama negara-negara di dunia dalam Konperensi Tingkat Tinggi yang diadakan PBB di Rio de Jainero, Brasil pada tahun 1992. Konperensi yang dikenal juga dengan nama KTT Bumi tersebut membahas tentang upaya negara-negara di dunia dalam penyelesaian masalah hambatan dalam pengentasan krisis lingkungan.

Dalam KTT tersebut poin soal perang termasuk dalam pembahasan yang serius. Pembantaian, penghancuran struktur masyarakat, perebutan tambang minyak, pembakaran, kekerasan, dan penggunaan senjata kimia merupakan sebagian alasan mengapa perang menjadi sangat destruktif, selain bagi manusia tapi juga bagi lingkungan.

Berikut merupakan daftar beberapa peperangan yang banyak berpengaruh pada kondisi krisis, baik lingkungan maupun kemanusiaan:

 

Perang Saudara (Afrika)

Di daratan benua Afrika banyak terjadi perang sipil antar negara ataupun yang bersifat kesukuan, dan peperangan di sana terjadi dalam rentang waktu yang panjang, bahkan hingga saat ini tercatat masih ada beberapa perang saudara di beberapa negara di Afrika.

Isu yang menyebabkan peperangan pun beragam, tapi pada umumnya persoalan terbesar yang menjadi isu utama adalah wacana dekolonialisasi dan pembebasan. Isu tersebut tak bisa dilepaskan dari sejarah kelam bangsa-bangsa di Afrika yang banyak dijadikan bangsa koloni atau jajahan oleh bangsa barat. Praktik penindasan dan perbudakan mendorong pihak yang tertindas berkehendak untuk melawan dengan cara mengangkat senjata. Walau nanti di kemudian hari konflik menjadi semakin rumit karena telah diliputi nuansa politis dan konspirasi.

Peperangan di Afrika menciptakan dampak yang begitu mengerikan, salah satu contoh, dalam perang yang cenderung singkat antar suku yang terjadi di Rwanda, yang terjadi dalam rentang waktu beberapa bulan saja, sejak April hingga Juli 1994 dilaporkan telah menelan korban jiwa sebanyak 80,000 – 1,000,000 jiwa dan lebih dari 2,000,000 orang kehilangan rumah dan menjadi pengungsi.

Bukan hanya manusia yang menjadi korban peperangan tersebut, akibat banyaknya pengungsi yang melarikan diri dari perang mengakibatkan permasalahan keanekaragaman hayati di Rwanda. Para pengungsi yang kembali setelah perang akhirnya memilih bermukin di hutan-hutan konservasi karena kepadatan penduduk yang meningkat tajam pasca perang. Kondisi tersebut akhirnya mempengaruhi habitat Gorilla di dalam hutan.

 

Pearl Harbor (PD II)

Pada pertempuran yang terjadi antara pihak Amerika dengan Jepang ini, selain banyaknya nyawa tentara yang melayang, pertempuran tersebut juga merusak sebagian ekosistem laut di perairan sekitar.

Salah satunya adalah kapal US Arizona yang karam karena serangan bom, mengakibatkan kebocoran minyak yang mencemari lautan hingga pantai di sekitarnya.

 

Bom nuklir Hiroshima & Nagasaki

Serangan bom atom yang begitu dahsyat ini menjadi salah satu momentum yang mengubah wajah dunia dan mengakhiri Perang Dunia II, yang kemudian dilanjutkan dengan Perang Dingin antara dua blok besar dunia, yakni blok barat dan timur.

Selain ledakan dahsyat yang membunuh banyak orang dan menghancurkan dua kota di Jepang itu, bom atom tersebut mengakibatkan ladang radiasi nuklir yang mengancam kehidupan bukan saja manusia tapi juga hewan dan tumbuhan karena partikel debu nuklir yang tersebar.

Apabila tidak membunuh secara langsung, partikel nuklir yang tersisa dan mengendap pada akhirnya mengontaminasi sumber kehidupan seperti air, ini berakibat pada tiap makhluk hidup yang mengonsumsi air tersebut dan bisa berujung pada kematian.

Nuklir

 

Perang Vietnam

Perang yang satu ini adalah salah satu yang paling kontroversial, karena kerap dianggap sebagai perang dominasi ideologis antara dua kubu besar di dunia barat.

Selain menelan banyak korban di kedua belah pihak, perang ini juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang memprihatinkan. Penggunaan senjata kimia yang dijuluki Agent Orange, menyebabkan kerusakan kurang lebih 14% ekosistem hutan di Vietnam. Tanaman mati, hewan dan penduduk keracunan, dan sumber air yang terkontaminasi racun adalah beberapa contoh betapa buruk akibatnya.

 

Daftar di atas hanyalah sebagian kecil perang yang terjadi di dunia ini, setidaknya sejak era modern dimulai. Bayangkan bila sejarahnya ditarik lebih jauh ke belakang, entah telah berapa banyak perang yang telah mengakibatkan kerusakan pada alam.

Perang dan konflik memang telah menjadi bagian dari perjalanan peradaban umat manusia, ada beberapa yang menyebut bahwa perang merupakan bagian yang tak terelakkan dari peradaban kita, namun kita tidak bisa memungkiri bahwa perang juga telah mengakibatkan kehancuran yang ancaman bagi peradaban manusia itu sendiri. (Ignavus Canis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here