Yang Liar Dari Balap Lari

0
1285

Sudah dengar soal kabar yang unik belakangan? Soal anak-anak muda yang sedang gandrung adu kecepatan itu, lho.

Bukan, saya tidak sedang membicarakan balapan motor hasil prakarya bengkel independen di sekitar rumahmu itu, ini tentang kabar mengenai balap lari liar yang sedang digandrungi anak-anak muda di beberapa kota belakangan ini.

Dari penyematan tajuk berita “balap lari liar” tentu kita akan mendapati seolah kegiatan ini bermasalah, ya sudah jelas ini semua karena penyematan kata liar yang konotasinya sering dikaitkan dengan perilaku di luar norma atau pelanggaran peraturan.

Baca juga: Keuntungan Lahir di Waktu Yang Tepat

Kalau dilihat dari kegiatannya, memang ada yang bermasalah. Yang pertama ,kegiatan ini mengundang kerumunan dan sudah jelas melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi ini, lalu yang kedua, kegiatan ini dilakukan di jalan raya dengan cara memblokade jalan dan ini juga jelas melanggar peraturan lalu lintas. Tapi kalau kegiatan ini dinilai sepenuhnya buruk, sebentar, rasanya kita perlu berpikir ulang sebelum menghakimi.

Entah dari mana pikiran anak-anak muda ini muncul saat berinisiatif mengadakan balap lari, saya memang belum melakukan penelusuran lebih lanjut, tapi saya punya dugaan ini buntut dari kebuntuan yang mereka alami, entah karena pandemi atau mungkin bosan dengan format balapan liar yang itu-itu saja.

Balap lari memang bukan hal baru, tapi kini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan anak muda dan menjadi sebuah gerakan subkultur, tentu ini menarik. Anak-anak muda ini berhasil menemukan sesuatu yang “cool” dari balap lari, sebuah olahraga yang lebih sering dilangsungkan secara formal dalam perhelatan nasional, atau menjadi konsumsi gaya hidup kelas ekonomi tertentu saja.

Kali ini balap lari dilakukan oleh anak muda dari kelas menengah perkotaan dan dalam formatnya yang sangat ‘radikal’, tanpa sepatu, persiapan, ataupun arena yang proporsional. Mereka hanya bermodalkan euforia dan mengatasnamakan senang-senang yang cenderung ugal-ugalan, ini jelas sebuah bentuk yang sama sekali tak terbayangkan sebelumnya.

Dari fenomena balap lari liar saya melihat damar semangat muda yang mampu mendobrak sekat, melampaui imajinasi orang-orang tua yang mulai menyebalkan lewat segala yang berusaha mereka formalkan. Saya tidak bisa membenarkan hal-hal yang melanggar dari apa yang mereka lakukan ini, tapi kalau harus menyatakan bahwa yang mereka lakukan sepenuhnya salah dan harus disudahi, saya jelas menolaknya, saya tak ingin disamakan dengan orang-orang tua yang ketat di hal-hal remeh tapi cenderung kompromis di hal-hal yang justru bermasalah.

Tua dan Menyebalkan

Saya rasa tulisan ini semacam pernyataan sikap dan sebuah dukungan, dukungan untuk mereka yang muda untuk selalu mendobrak sikap tua yang bohwat dan kaku pada kebaruan, juga pada kebuntuan dalam kalimat “yang tua lebih berpengalaman.”

Baca juga: Tombol Komputer

Kini saatnya yang muda ambil peran, seperti mendiang Kakek saya pernah bilang “Rebut dan tangkap apinya, api itu adalah api perubahan.” (Ignavus Canis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here