Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Pendidikan Di Masa Sulit

0
1989

Selama ini kita mengenal istilah Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, yang berarti sebuah bentuk komitmen perusahaan dalam mengelola dampak sosial, lingkungan hingga ekonomi yang disebabkan oleh perusahaan, atau sebuah peran perusahaan dalam meningkatkan dampak positif pada lingkungan maupun sosial.

CSR juga bisa dikatakan sebagai cara bagi perusahaan untuk menjalankan bisnis mereka secara etis. Melalui CSR, diharapkan perusahaan dapat menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengeruk keuntungan namun juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi komunitas masyarakat di sekitarnya, setidaknya.

Jika ada waktu yang paling tepat bagi sebuah perusahaan untuk menunjukkan komitmen CSR mereka, maka pandemi Covid-19 saat ini adalah waktu yang sangat tepat.

Pada masa-masa krisis yang disebabkan pandemi, perusahaan selayaknya lebih getol berperan dan berupaya melalui CSR sehingga mereka bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan sebaliknya, mengurangi jumlah aktivitas CSR.

Pandemi memang telah menghimpit laju pertumbuhan ekonomi di sebagian besar sektor perusahaan, bahkan tak sedikit yang menyeretnya ke arah minus, membuat sederet perusahaan berada di bawah tekanan yang sangat besar, terutama dari para investor yang menginginkan peningkatan laba dan pengurangan kerugian.

Baca juga: Teknologi Bukan Kuncian, Tapi Pemerataan

Kendati demikian, pandemi tidak membuat para ivestor sampai kelaparan. Di tengah krisis pandemi yang belum terlihat ujungnya, bursa saham akhir-akhir ini sudah kembali mengalami peningkatan, bahkan ketika banyak negara berada di tengah resesi!

Namun, kesejahteraan masyarakat khususnya para pekerja yang terpaksa harus dirumahkan belum tentu dapat kembali meningkat secepat layaknya nilai saham. Karena itu, keputusan perusahaan dalam merespon krisis pandemi yang terjadi saat ini menjadi sebuah ujian bagi mereka untuk membuktikan kesungguhan dari komitmen dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Banyak sektor yang terkena imbas pandemi, pendidikan adalah salah satu yang tidak kalah penting, yang juga ikut terkena imbas dalam derajat yang signifikan, yang karenanya untuk memulihkan kondisi memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk dari perusahaan melalui program CSR mereka.

Peran pendidikan tidak bisa diragukan dalam menentukan masa depan anak-anak, apalagi kelak setelah kita berhasil keluar dari krisis pandemi, juga krisis ekonomi yang mengikutinya. Covid-19 sudah sah sebagai biang keladi yang mempersulit akses banyak anak di dunia terhadap pendidikan. Lebih dari satu miliar anak di berbagai belahan dunia kini terancam tidak bisa mendapatkan pengajaran secara layak.

Ini disebabkan oleh banyak hal. Pandemi telah secara langsung menyebabkan meningkatnya kemiskinan di Indonesia, setelah berhasil ditekan pada tahun 2017. Data dari BPS menyebutkan jika pada Maret 2020, persentase penduduk miskin di Indonesia meningkat sebesar 9,78 persen. Begitupun disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan yang keduanya mengalami peningkatan.

Tujuh dari sepuluh orang yang memiliki penghasilan rendah bahkan harus mengalami pengurangan penghasilan. Belum yang kehilangan pendapatan sama sekali karena terkena PHK. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan, pandemi juga menjadi sebab meningkatnya jumlah PHK di Indonesia menjadi 2,1 juta orang.

Kesulitan ekonomi di tengah krisis menjadi satu permasalahan tersendiri, biaya pendidikan lalu menjadi permasalahan lainnya. Karena harus berjarak, belajar mengajar pun kini sulit dilakukan secara tatap muka dan harus dimediasi lewat perangkat teknologi seperti internet dan setidaknya telepon pintar.

Bentuk pembelajaran seperti ini memerlukan biaya tambahan, yang jumlahnya tentu tidak sedikit, bahkan terpaksa sampai mengalokasikan biaya kebutuhan pokok untuk membeli kuota internet. Bagi mereka yang memiliki akses, maka hal ini sama sekali tak menjadi kendala. Bagi yang tidak, pandemi lalu menjelma menjadi gerbang baru bagi banyak anak menuju putus sekolah.

Ini dapat menjadi celah bagi perusahaan melalui CSR-nya untuk memberikan dukungan bukti pengabdian mereka yang nyata kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Ada banyak pihak yang harus dibantu, dan tentu saja banyak hal yang dapat perusahaan lakukan melalui program CSR mereka untuk membantu, salah satunya dengan membantu penyediaan fasilitas belajar mengajar dan teknologi edukasi.

Baca juga: 10 Alasan Mengapa Banyak Yang Belum Bisa Bersekolah

CSR di bidang ini telah dilakukan oleh beberapa perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Amazon, hingga Google. Amazon bahkan telah mengumumkan akan mengalokasikan setidaknya empat miliar dollar dari keuntungan mereka untuk program CSR sebagai respon dari krisis virus corona.

Selain itu, meski ada banyak hal dan pihak yang dapat dibantu oleh sebuah perusahaan, namun menurut Mark R. Kramer, dilansir dari hbr.org menyebutkan bahwa pekerja adalah salah satu pihak yang paling penting, yang seharusnya dapat mejadi fokus subjek penerima bantuan dari sebuah perusahaan.

Memenuhi biaya pendidikan kini mungkin menjadi sebuah tantangan baru bagi banyak keluarga tak terkecuali para pekerja sebuah perusahaan. Oleh karena itu, dengan tetap menggaji pekerjanya, meski tidak secara penuh, dapat membantu mereka untuk setidaknya bertahan dalam masa pandemi khususnya memastikan pendidikan anak-anak mereka tetap terjaga. Perusahaan juga dapat memberikan fasilitas berupa pinjaman kepada para pekerjanya, atau fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak dari para pekerjanya.

Para pekerja telah mendedikasikan waktu mereka selama berpuluh-puluh jam kepada perusahaan dalam seminggu, mungkin lebih lama ketimbang waktu yang mereka gunakan untuk mengurus dan mendidik anak mereka di rumah. Karena itu, jika melakukan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat luas masih dirasa cukup berat, khususnya di masa pandemi seperti ini, setidaknya membantu para pekerja dapat menjadi bukti pemenuhan komitmen sebuah perusahaan. (Ber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here