Investasi 24 Bulan Untuk Masa Emas Anak

0
681

Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045 menyebutkan bahwa puncak bonus demografi Indonesia akan terjadi pada tahun 2021-2022. Bonus demografi adalah periode saat tanggungan 100 penduduk produktif terhadap penduduk tidak produktif suatu negara berada di bawah 50. Indonesia memasuki era bonus demografi mulai tahun 2012 dan diprediksi akan berakhir pada tahun 2037. Pada saat puncak bonus demografi di Indonesia, diprediksi  100 penduduk usia produktif (15-65 tahun) ‘hanya’ akan menanggung hidup 45,4 penduduk tidak produktif yaitu anak-anak (< 15 tahun) dan lansia (> 65 tahun).

Untuk mendapatkan bonus demografi tersebut tentunya tidak cukup hanya bermodal jumlah, tetapi justru perlu kualitas sumber daya manusia yang baik agar momentum bonus demografi yang hanya terjadi sekali ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Optimalisasi kualitas sumber daya manusia ini tidak bisa menunggu hingga manusia berada di usia produktif, tetapi justru harus disiapkan pada masa emas tumbuh kembang anak yaitu pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas tumbuh kembang anak yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Pada masa ini, tumbuh kembang anak berlangsung sangat cepat dan perlu pendampingan yang optimal dari lingkungan sekitarnya. Itulah mengapa ada pepatah yang menyebutkan ‘It takes a village to raise a child’. Kabar penting lainnya, masa ini tidak bisa diulang. Artinya, bila kita tidak dapat memastikan tumbuh kembang yang optimal pada masa ini, maka anak tidak dapat mencapai masa depan yang gemilang.

Untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas, Kementerian Kesehatan RI sudah menyusun arah kebijakan dan strategi nasional yang tertuang dalam RPJMN. Peningkatan status kesehatan masyarakat melalui siklus hidup, termasuk di dalamnya adalah meningkatnya status gizi balita masuk menjadi salah satu arahan dalam RPJMN 2020-2024.

Baca juga: Transformasi Program Pengembangan Masyarakat: Sebuah Insight untuk Antisipasi Masa Paska Pandemi

Oleh karena itu, PT Gagas Inspirasi Nusantara melalui Gagas Talenta Academy menghadirkan ruang diskusi bertajuk series kelas 1000 HPK yang dilangsungkan sebanyak tiga kali, yaitu tanggal 5,12 dan 19 Agustus 2020. Series perdana membahas gizi pada masa kehamilan, disusul series kedua membahas proses menyusui dari kacamata klinis dan psikologis, ditutup series ketiga yaitu “Investasi 24 Bulan Untuk Masa Emas Anak”. Pada series ketiga ini fokus membahas pemberian ASI Eksklusif dan MPASI dengan narasumber Rima Sumayyah Ahmad, S.Gz dan Khoirul Anwar, S.Gz,M.Si.

Rima merupakan seorang ahli gizi (nutrisionist) sekaligus Program Officer di PT Gagas Inspirasi Nusantara. Pada sesi ini Rima membahas tentang ASI Eksklusif (pemberian ASI pada bayi mulai usia 0-6 bulan tanpa menambahkan makanan atau minuman lain) meliputi kebutuhan ASI per usia, mitos dan fakta terkait ASI, manfaat memberi ASI baik bagi anak maupun bagi Ibu dan tips sukses ASI Eksklusif. Rima menekankan bahwa jumlah ASI yang dihasilkan ibu sebenarnya sesuai dengan besar lambung anak, sehingga ibu tidak perlu khawatir bila produksi ASI relatif sedikit pada awal-awal menyusui. Untuk memenuhi kebutuhan ASI, selain dengan mencukupi asupan makanan bergizi bagi ibu, payudara juga harus dirangsang terus menerus dengan isapan bayi sehingga produksi ASI bisa terus mencukupi kebutuhan bayi.

Narasumber kedua, Khoirul, merupakan dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Gizi FATEPAKES,USAHID, Jakarta. Pada sesi ini Khoirul membahas tentang MPASI meliputi waktu yang tepat untuk memberikan MPASI, strategi pemberian MPASI, prinsip pemberian MPASI, tips mengolah MPASI yang aman, dan cara mengatasi anak yang sulit makan

Sebelum membahas tentang MPASI, Khoirul juga berbagi cerita tentang proses mendampingi istrinya dalam memberikan ASI Eksklusif. Ia meyakinkan bahwa perempuan dengan IMT (Indeks Massa Tubuh) rendah tetap bisa memberikan ASI Eksklusif yang cukup. Meskipun Khoirul dan istri adalah orang tua pekerja, mereka menyepakati untuk memberikan ASI Eksklusif mulai dari merencanakan cuti melahirkan sampai meyakinkan keluarga dekat untuk mendukung.

Baca juga: Akuntabilitas Personal (Self-Accountable) : Sebuah Modal Untuk Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Khoirul berpesan, untuk contoh MPASI sebenarnya orang tua dapat mencari dari berbagai media termasuk melalui media online. Namun, penting bagi orang tua untuk memperhatikan usia anak, jenis makanan yang cocok bagi usia anak, dan juga tekstur yang sesuai. Pada dasarnya, pembuatan MPASI sangat mudah, murah dan banyak variasinya hanya saja perlu memperhatikan kandungan gizi yang dibutuhkan, proses pembuatan yang aman serta tekstur sesuai umur. Khoirul juga mengingatkan bahwa pemberian ASI masih harus diberikan hingga usia 2 tahun, MPASI sifatnya hanya sebagai pendamping, makanan utama bagi bayi tetaplah ASI.

Kabar baik lainnya, sesi kali ini tidak hanya dihadiri oleh kaum hawa, tetapi juga oleh kaum adam baik yang sudah memiliki anak, sudah menikah maupun yang belum. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik tidak lagi menjadi tanggung jawab tunggal seorang ibu.

Menarik bukan?

Untuk yang belum berkesempatan mengikuti ketiga sesi tersebut, rekaman video semua sesi dapat diakses di akun Facebook dan YouTube Kolaboratorium by Gagasin. Ada give away juga loh untuk kamu yang mengunggah insight yang didapatkan dari ketiga kelas ini. Caranya mudah, silakan ceritakan inspirasi yang didapatkan dari ketiga kelas series 1000 HPK kemudian tag Facebook @Kolaboratorium by Gagasin atau Instagram @kolaboratorium. Ada hadiah menarik untuk kamu yang mengunggah maksimal hingga tanggal 1 September 2020. (Umarotun Niswah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here