Jangan Dulu Turunkan Maskermu

0
476

Artikel ini ditulis atas dasar rasa keprihatinan dan keheranan murni yang amat tinggi atas tingkah laku orang-orang di masa pandemi akhir-akhir ini. Mungkin bukan cuma saya yang heran dan bertanya, “Kok bisa ya orang sudah berani beraktivitas tanpa menggunakan masker?”

Dulu saja ketika kasus positif Covid-19 di Indonesia masih bisa dihitung dengan jari semua orang melakukan panic-buying, bahkan banyak barang yang naik hingga tiga kali lipat, karena semua orang memburunya. Sekarang, saat kasus positif Covid-19 secara konstan menyentuh angka ribuan, orang-orang justru dengan riang gembira bersepedaan keliling kota secara bergerombolan tanpa pakai masker, atau berlari pagi dengan memakai masker di leher, atau nongkrong-nongkrong gemas di berbagai kafe yang sudah mulai beroperasi.

Bagaimana saya tidak heran?

Pandemi yang sudah berbulan-bulan mungkin membuat orang-orang tidak lagi terlalu takut dan membuat mereka merasa kebal dengan corona.

Ya, saya tentu bahagia melihat orang-orang keluar dari rasa takut yang berlebihan. Namun, jangan sampai keberanian ini malah bablas dan membahayakan nyawa. Apalagi sampai membuat kita berani tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar bersama orang banyak.

Pandemi yang sudah berbulan-bulan, saya harap, tidak membuat kamu lupa pentingnya menggunakan masker.

Kalau kamu kembali ragu pentingnya untuk tetap memakai masker, atau kamu justru masih bingung dan tidak tahu apa guna masker, berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang siapa tahu dapat kembali meyakinkan kamu.

Apa buktinya kalau pakai masker itu memang membawa pengaruh?

Beda dengan dia yang tak kunjung memberi bukti atas perasaannya, penggunaan masker memberikan bukti, dan kalau habis membaca penjelasan ini kamu juga tidak tergerak untuk memakai kembali maskermu, saya tidak tahu lagi harus memberikan bukti seperti apa.

Seorang epidemiolog dari UC San Fransisco, George Rutherford bilang kalau efektifitas penggunaan masker dapat dilihat dari data epidemiologi. Studi baru yang dikeluarkan oleh Health Affairs, menunjukkan jika penyebaran Covid-19 di 15 daerah berkurang setelah adanya perintah untuk menggunakan masker. Dalam lima hari, penggunaan masker dapat memperlambat laju penyebaran sebesar 0.9%, dan meningkat hingga 2% setelah tiga minggu.

Baca juga: Lekas Sembuh Bumi Atau Kita

Studi lain menunjukkan di 198 negara yang meminta masyarakatnya untuk menggunakan masker memiliki tingkat kematian akibat Covid-19 yang lebih rendah.

Masih belum yakin? Chin-Hong, seorang spesialis penyakit menular, mengatakan ada dua kasus yang menjelaskan betapa pentingnya penggunaan masker. Seorang pria yang positif Covid-19 terbang dari Cina ke Toronto, namun karena dia menggunakan masker, dua puluh lima orang yang duduk dekat dengan dia negatif Covid-19. Di kasus lain pada bulan Mei, dua penata rambut di Missouri, meskipun melakukan kontak secara dekat dengan 140 pelanggan, tapi karena semua orang menggunakan masker, tidak ada yang tertular.

Ya oke, saya akan pakai masker. Tapi kalau orang lain aja gak pakai, masa saya harus pakai?

Tetep harus, gais! Kalaupun tidak semua orang pakai masker, dengan kamu pakai masker, itu tetap akan membawa pengaruh. Memang sih, idealnya semua orang harus pakai, tapi menurut Rutherford, kalau 80 persen saja orang di sekitar kamu pakai masker, maka itu sudah cukup. Institute of Health Metrics and Evaluation bahkan mengatakan jika 95 persen orang menggunakan masker, maka 33,000 kematian dapat dihindari pada bulan Oktober tahun ini.

Baca juga: Bu Susi

Tapi jika hanya kamu yang pakai masker di sekitar kamu, setidaknya itu bukti kamu menyayangi diri kamu sendiri karena dengan memakai masker kamu mengurangi potensi kamu tertular Covid-19. Masa kamu tidak sayang sama diri sendiri sih?

Terus, masker seperti apa yang harus dipakai?

Berdasarkan paparan yang ditulis UC San Fransisco, pertimbangan utama dalam memilih masker adalah kenyamanan, dan yang paling penting dapat menutup bagian hidung dan mulut kamu. Chin-Hong menyampaikan kalau konsep masker ini adalah untuk mencegah, bukan sepenuhnya menghindarkan kamu dari Covid-19. Jadi, pilih masker yang paling bisa membuat kamu tidak melulu melepas masker kamu. Semakin lama kamu nyaman memakainya maka semakin baik.

Kalau sudah pakai masker, memang masih butuh social-distancing?

MASIH. Masih butuh, masih banget, beb. Ingat ya, jaraknya dua meter. Tidak boleh kurang, tapi kalau lebih boleh.

Tidak semua jenis masker resistan dan aman dari droplet. Jadi, untuk jaga-jaga masker kamu bukan masker yang bisa menghalang droplet, maka tetap jalankan dengan rajin protokol social-distancing.

Covid-19 dapat menyebar karena 5G!

Iya, bisa banget. Covid-19 bisa menyebar luas karena 5G, yaitu kalau kamu Gak cuci tangan, Gak pakai masker, Gak social-distancing, Gak istirahat cukup, Gak makan makanan bergizi! Hehehehe. Paham kan? (Ber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here