Yang Mana Dulu

0
381
Yang Mana Dulu

Mungkin kamu lelah dengan statistik kasus Covid-19, namun sekadar informasi guys, hingga hari Minggu kemarin (12/4) sudah ada 4.241 kasus Covid-19 di Indonesia. Tidak hanya berdampak pada mereka yang terinfeksi, pandemi virus corona juga telah memberikan dampak yang kurang mengenakkan bagi banyak orang. Mungkin termasuk kamu yang sedang membaca artikel ini. Semoga kesabaran dan kekuatan selalu meliputimu ya.

Untuk kamu yang saat ini masih diberikan rezeki berlebih, ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk membantu sesama. Bisa dengan cara apa saja, lho. Tapi dari sekian banyak cara, berdonasi adalah cara yang saat ini menjadi cara yang paling populer dan mudah untuk dilakukan.

Pasti kamu sudah melihat banyak sekali lembaga, organisasi, atau bahkan perorangan yang menjadi penggalang dana untuk membantu mereka yang terdampak pandemi. Dan dari banyaknya penggalangan dana itu hampir semuanya tak pernah sepi dari antusiasme.

Indonesia ini memang orang-orangnya baik-baik dan suka menolong. Pernyataan itu bukan tanpa landasan! Dari data Charities Aid Foundation, Indonesia masuk jajaran 10 negara yang paling dermawan.

Kalau kamu merasakan kebingungan yang sedang saya rasakan atau orang banyak rasakan; yaitu bingung kepada siapa saya seharusnya berdonasi, ada dua catatan penting dari Stacy Palmer, editor The Chronicle of Philanthropy yang dimuat di npr.org. Mungkin ini bisa menjadi bahan pertimbangan ketika kamu hendak berdonasi.

Memikirkan orang-orang di dekat kamu

Di tengah wabah virus corona seperti saat ini, rasanya, ingin kita bantu semua orang yang sedang kesusahan, bahkan jika bisa orang-orang yang tinggal jauh dari kita. Berbuat baik dengan cara berdonasi sebanyak-banyaknya tentu saja boleh, tapi ada cara-cara yang membuat donasi kita bisa lebih efektif dan berdampak.

Baca juga: Rehat Sejenak

Dalam hal ini, Stacy Palmer menyarankan kita untuk memikirkan orang-orang terdampak di dekat kita terlebih dahulu. Ia mengatakan salah satu hal cerdas yang bisa kita lakukan di tengah pandemi adalah dengan menjaga orang-orang yang hidup di sekitar kita.

Stacy mengatakan kalau pandemi corona telah menyebabkan permasalahan yang rumit. Corona tidak hanya membuat orang sakit bahkan sampai meninggal dunia, tapi juga menimbulkan permasalahan ekonomi. Untuk menghambat penyebaran, orang-orang dianjurkan untuk tetap di rumah, ini menyebabkan sebagian dari kita tidak bisa berangkat kerja. Alhasil, sumber pemasukan mereka menurun bahkan beberapa ada yang habis.

Orang-orang seperti mereka mungkin saja tinggal di sekitar kita. Bisa saja tetangga kita, bisa saja teman kita, atau mungkin bisa saja saudara kita. Merekalah, menurut Stacy, orang yang harus kita bantu terlebih dahulu.

Kenapa harus didahulukan? Karena mereka dekat dengan kita. Sebagai orang yang tinggal dekat dengan mereka, kita pasti tahu apa yang mereka butuhkan dan bantuan pun akan lebih cepat diberikan.

Lebih hati-hati agar tidak tertipu

Donasi bisa sangat membantu tapi bisa juga menjadi tidak efektif kalau salah sasaran atau bahkan donasi menjadi sia-sia kalau kita memberikannya kepada mereka yang niatnya dari awal cuma menipu, huuu.

Kita tidak boleh menutup mata kalau saat ini banyak sekali pihak-pihak jahat yang sedang memanfaatkan keadaan. Untuk itu, kita harus selalu berhati-hati dalam memilih situs atau akun penggalangan donasi online terbuka.

Baca juga: Kabar Baik, Semoga Berakhir Menjadi Kebaikan

Ada beberapa tips dari Stacy agar kita terhindari dari penipu berkedok donasi. Pertama adalah memeriksa dengan teliti latar belakang penyalur donasi. Baca dengan hati-hati profil mereka, cari juga keabsahan lembaga itu lewan mesin pencari. Google exists for a reason. Kalau ada ulasan buruk tentang lembaga tersebut. Lebih baik gak usah, deh.

Semuanya berarti

Mendahulukan orang-orang di sekitar kita dan lebih berhati-hati dalam memilih penyalur donasi adalah dua rekomendasi yang diberikan oleh Stacy. Mungkin kamu juga punya trik sendiri. Dari bebagai pertimbangan yang kita miliki sebelum berdonasi, ada saran penting dari Stacy yang saya rasa harus selalu kita ingat, “Saat ini semuanya memang terasa membingungkan, tapi kita harus tetap memberi dan membantu sebanyak yang kita bisa, dan tidak terlalu memikirkan apakah yang kita lakukan adalah hal yang benar. Segala bentuk pemberian sangat diperlukan.” Maka mari cari manfaat dengan jadi bermanfaat. (Ber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here