Lawan Dengan Solidaritas

0
591

Hingga saat ini sudah banyak sektor yang terkena dampak pandemi virus corona. Salah satu sektor yang cukup terpukul oleh Covid-19 adalah sektor pangan. United Nations Food and Agriculture Organization (FAO) bahkan memeringatkan pandemi virus corona dapat menyebabkan kelangkaan pangan. Ini akan terjadi apabila negara-negara tidak megambil langkah cepat untuk menjaga rantai pasokan pangan dan melakukan langkah mitigasi terhadap sistem pangan yang terdampak pandemi.

Kelangkangan pangan dapat terjadi karena banyak sebab. Misalnya saja, dengan himbauan untuk jaga jarak, tidak sedikit petani yang harus tetap tinggal di rumah dan tidak bisa bertani atau berkebun. Lahan pertanian dan perkebunan yang sudah siap tanampun terancam gagal panen. Kurangnya hasil panen tentu berpengaruh terhadap rantai pasokan.

Misalnya yang lain, nih. Dalam hidup bertetangga dengan negara lain, negara-negara sudah biasa melakukan transaksi jual beli, tak terkecuali di dalamnya bahan pangan. Bisa saja piring makananmu itu merupakan alat pertemuan bahan-bahan makanan yang berasal dari berbagai negara. Dengan adanya pembatasan perjalanan, ini pun juga mengganggu rantai ekspor dan impor berbagai negara.

Baca juga: Konspirasi Di Tengah Pandemi

Lalu apakah negara kita akan berdampak? Jika pun negara kita terkena imbasnya, apakah semua orang akan merasakannya? Apakah dampak ini bisa sampai memengaruhi kehidupan kita atau tidak?

Dalam kondisi normal, berdasarkan data Global Hunger Index 2019, Indonesia merupakan negara yang masih berjuang mengentaskan permasalahan kelaparan. Hal ini dapat menjadi sebuah gambaran bahwa kelompok rentan yang dalam kondisi normal kesulitan untuk mendapatkan makanan dapat semakin terpukul dengan adanya pandemi virus corona.

Di satu sisi adanya panic buying membuat stok makanan semakin sulit untuk didapatkan. Jika pun ada, karena permintaan sangat tinggi, harga barang-barang menjadi meningkat berkali lipat.

Mereka yang sudah susah mendapatkan pangan di hari normal harus semakin terjepit dengan harga baru yang melejit.

Buat yang beruntung, yang bisa berbelanja bahan makanan untuk persediaan seminggu ke depan, mungkin ancaman yang saya sebut di atas bukan hal yang berarti. Tapi bagaimana dengan mereka yang hidup esoknya ditentukan dengan pendapatan hari ini.

Sudah barangnya langka, jika ada harganya tinggi. Sementara itu, pemasukan mereka juga berkurang dratis terlebih mereka yang bekerja di sektor informal dan tidak memiliki penghasilan tetap seperti mereka yang berjualan makanan, buruh, pengemudi transportasi umum yang pendapatannya sangat bergantung pada mobilitas orang lain.

Mereka adalah kelompok yang kemungkinan besar akan merasakan ancaman kelangkaan pangan paling besar.

Walau demikian, di satu sisi pandemi ini telah memantik rasa kemanusiaan yang mampu menggerakan banyak orang untuk membantu mereka yang kurang beruntung.

Baca juga: Melawan Stigma Di Tengah Bencana

Sudah banyak aksi solidaritas yang dilakukan dan bisa kita ikuti, loh. Aksi paling sederhana adalah memesan makanan lebih yang diperuntukkan untuk pengantar makanan. Atau membagikan sembako kepada mereka yang membutuhkan. Atau jika kamu tidak bisa keluar rumah ataupun bukan pengguna jasa ojek online, kamu bisa turut berpatisipasi dengan berdonasi.

Masih ada banyak hal lain yang bisa kamu lakukan untuk membantu mereka yang saat ini mulai kesulitan untuk makan.

Dan ketika ini berlalu, semoga kita masih menjadi orang-orang penuh kasih yang dan peduli terhadap sesama. (Ber)