Manusia Melawan Pandemi

0
654

Himbauan untuk kerja dari rumah membuat banyak orang (termasuk saya) rupanya semakin mengoptimalkan titel ‘kaum rebahan’ dengan meningkatkan waktu penggunaan media sosial. Dari atas hingga bawah, bahkan setelah di-scroll berkali-kalipun bakal susah untuk menemukan informasi atau perbincangan yang tidak berhubungan dengan Covid-19.

Mulai dari yang bernada komedi yang membuat terkekeh, informasi atau pidato serius penuh data dari pakar yang buru-buru disimpan meski kemudian kita lupa untuk membacanya karena saking banyaknya, berita menjengkelkan dari banyak pihak yang terkesan masih menyepelekan dan membahayakan kesehatan orang lain, hingga aksi penuh solidaritas antara orang-orang yang tak saling kenal yang kadang bisa membuat air mata merembes di pipi, hmm.

Baca juga: Bekerja Sama Dengan Alam

Dari sekian banyaknya jenis informasi soal Covid-19, saya paling suka membaca informasi dengan jenis terakhir. Hangat rasanya melihat orang-orang bahu-membahu, membantu, dan saling menguatkan. Tenang rasanya melihat orang mulai menyisipkan orang lain ke dalam doa-doa mereka. Kendati raga tak bisa bertemu, namun segenap perhatian, pikiran, dan doa menjadi perpanjangan tangan yang kehadirannya belum bisa merengkuh dan memeluk yang terkasih karena jarak.

World Economic Forum telah merangkum beberapa aksi kemanusian di tengah badai yang saat ini kita sedang lalui bersama. Berikut saya coba uraikan beberapa kebaikan yang telah manusia upayakan untuk melawan Corona.

 

  1. Jam Buka Pagi Toko untuk Lansia

Himbauan untuk mengurangi aktivitas keluar rumah membuat banyak orang berbelanja dalam jumlah yang besar, secara cepat, dan dalam waktu bersamaan. Barang-barang menjadi mudah habis. Mereka yang sudah lanjut usia disertai dengan kondisi fisik yang membatasi gerak mereka membuat mereka kesulitan untuk berjubel dan berebut bahan pokok dengan orang-orang yang jauh lebih muda. Di Australia, toko-toko membuat jadwal pagi yang dikhususkan bagi lansia agar mereka bisa berbelanja lebih tenang dan memastikan mereka mendapatkan apa yang mereka perlu sebelum kehabisan.

2. Jasa Gratis bagi yang Self-isolating

Bagi mereka yang sedang melakukan self-isolating atau isolasi diri, membeli persediaan kebutuhan mungkin menjadi sebuah hal yang sulit. Apalagi bagi teman-teman ekstrovert, isolasi diri menjadi sebuah hal yang melelahkan dan perasaan kesepian bisa meningkat berkali-kali lipat. Sekumpulan orang di Inggris berinisiatif untuk membantu orang yang sedang dalam isolasi dengan cara menawarkan bantuan berupa jasa belanja, jasa mengobrol, jasa mengirimkan pesan, dan kebutuhan mendesak. Semuanya gratis alias tanpa biaya.

3. Tidak Mengambil Gaji

Harus diakui bahwa pandemi ini berdampak buruk pada ekonomi. Ekonomi menjadi lesu, penghasilan warga mengalami penurunan drastis, terlebih lagi bagi mereka yang harus bekerja di luar ruangan, tidak reguler pula. Di Singapura, Presiden beserta jajaran kabinetnya tidak mengambil gaji mereka selama satu bulan untuk menunjukkan solidaritas mereka kepada pekerja.

4. Bantuan Dokter ke Italia dari Cina

Hingga hari ini, jumlah kematian akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui jumlah Cina. Italia kini menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi. Sementara itu, kondisi di Cina berangsur membaik. Mereka mengirimkan sebuah pesawat lengkap dengan dokter dan peralatan medis untuk membantu Italia.

5. Hand Sanitizer Gratis

Ketika ada banyak pihak yang secara sengaja menimbun hand sanitizer dan membuat harga menjadi melonjak tinggi karena kelangkaan, upaya licik mereka untuk meraup keuntungan digagalkan dengan niatan baik orang-orang yang justru membuat dan membagikan hand sanitizer secara gratis. Bahkan perusahaan mode raksasa seperti LVMH mengalihfungsikan pabrik parfumnya untuk memproduksi hand sanitizer secara gratis. Hal serupa jika dilakukan oleh banyak instansi, terutama instansi kesehatan yang mulai memproduksi hand sanitizer untuk dibagikan kepada warga secara gratis.

Baca juga: Saling Menjaga Kita Pasti Bisa

Dan, masih banyak hal baik lainnya yang dilakukan dan diupayakan oleh kita untuk memerangi bahala yang sedang kita hadapi. Semoga ini membuat kita menjadi manusia yang lebih mengasihi.

Tidak ada musim dingin yang bertahan selamanya, tidak ada musim semi yang melewatkan gilirannya. Semoga lekas berakhir. (Ber)