Lelucon Yang Sama Sekali Tidak Lucu

0
964

Wabah virus Covid-19, atau lebih dikenal dengan nama virus Corona kini telah “resmi” masuk Indonesia sejak sekitar satu minggu lalu diumumkan oleh presiden Joko Widodo. Dengan pengumuman tersebut tentu banyak orang menjadi panik, walau mungkin kepanikan sebagian besar orang tidak ditunjukan dengan terang-terangan. Rasa panik tersebut jelas wajar, lha wong sebelumnya sudah banyak negara yang telah dilanda virus Corona dan bahkan telah menelan korban yang semakin meningkat setiap harinya.

Tapi ada hal yang kelihatannya tidak berubah, hal tersebut adalah sikap dari para pemangku kepentingan di negeri ini. Mereka sebagai orang-orang terpilih dan dipercaya rakyat untuk mengemban amanat penyelenggaraan negara, justru bersikap kurang meyakinkan, kalau tidak disebut tak dapat dipercaya. Bagaimana tidak, semenjak virus Corona  diumumkan menjadi ancaman serius berskala global oleh lembaga kesehatan Internasional, pihak-pihak terkait di Indonesia justru meresponnya begitu santai dan terkesan seperti senda gurau, ya senda gurau di saat yang sepertinya tidak tepat.

Baca juga: Virus Corona Perubahan Iklim dan Hubungannya

Ibarat sedang terkapar setelah nyungsep dari sepeda motor, lalu bukannya ditolong, orang yang melintas hanya berkata “gak apa-apa lah mas, pasti sudah biasa toh jatuh begini?”. Ya kurang lebih begitu rasanya, ingin sekali mengumpat atas respon para petinggi negeri ini. Tapi apa daya kita sudah kadung nyungsep dan berkalang lumpur comberan, mengumbar amarah di saat seperti itu rasanya ya sama-sama tidak bergunanya.

Nah kalau sudah begini saya pribadi merasa sangat bingung sebab harus bergantung pada siapa terkait dengan wabah yang ancamannya sekelas pandemik macam ini. Memang banyak orang yang bilang bahwa kepanikan malah akan menambah runyam situasi, tapi apa tidak lebih runyam pikiran orang penting di negeri ini, yang merespon corona dengan tawa dan anjuran-anjuran yang di luar jangkauan nalar? Saya dan mungkin sebagian orang sebenarnya hanya ingin penjelasan yang masuk akal dari pihak pemerintah, toh untuk membuat jurnal atau kajian ilmiah saya kira mereka ini jelas mampu, mengingat tidak sedikit orang terdidik di negeri ini.

Mungkin harapan saya sekarang hanyalah kepada orang-orang terdidik yang mau berbesar hati berbagi pengetahuan dan waktunya untuk bersama-sama memantau perkembangan wabah ini dan saya percaya masih banyak orang yang baik yang cukup waras di negeri ini. (Ignavus Canis)