Kemauan Untuk Berubah

0
705

General Electric (GE) terangkum dalam daftar 10 besar perusahaan dalam Fortune 500. Di masa kepemimpinan Jack Welch, kegiatan operasi GE dianggap aktivis lingkungan telah ikut menciptakan pencemaran yang akut. Namun perusahaan memilih untuk menentang kritik para aktivis itu dan berargumen dengan memanfaatkan sejumlah data ilmiah saat harus menghadapi Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA). Padahal selama 30 tahun GE dianggap mencemari Sungai Hudson dengan polychlorinated biphenyls (PCB), sehingga sungai itu ditutup untuk penangkapan ikan secara komersial maupun rekreasi.

PCB adalah campuran penting yang digunakan dalam komponen elektrik yang diproduksi GE, suatu substansi yang kemudian diketahui dapat menimbulkan penyakit kanker, dan berdampak merugikan bagi kehidupan di alam bebas. PCB dilarang sejak tahun 1977, namun GE terlanjur sudah membuang berton-ton kandungan kimia tersebut ke aliran Sungai Hudson dari dua pabrik mereka yang mencangkung di pinggir sungai.

Perusahaan selalu menolak tuduhan bahwa mereka telah mencemari Sungai Hudson. Jack Welch selaku CEO dan Chairman GE saat itu selalu menolak tuduhan tersebut, dan mendebat dengan sejumlah data internal mereka. Welch menantang, bahwa perintah bagi perusahaan untuk membersihkan sungai sebagai suatu pemaksaan yang tidak sesuai dengan konstitusi. GE bahkan memasang iklan yang kontroversial untuk meyakinkan masyarakat di tepian sungai bahwa pembersihan PCB dengan melakukan penggalian akan lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada perbaikan. Tak heran jika GE mendapat serangan bertubi-tubi dari para aktivis lingkungan dan NGO.

Ketika Welch pensiun dan digantikan oleh Jeffrey Immelt, perusahaan mengambil keputusan untuk mengubah nilai-nilainya dalam pengelolaan lingkungan. Perusahaan setuju untuk melakukan pembersihan sungai dengan melakukan penggalian dari sisa-sisa endapan PCB yang menumpuk di dasar sungai. Perusahaan pun mengikuti petunjuk EPA untuk menggali dan memindahkan sekitar dua-pertiga timbunan PCB yang berada di dasar sungai. Pekerjaan penggalian sedimen ini dimulai tahun 2009 dan diselesaikan di musim gugur tahun 2015. Semua kegiatan ini dilakukan oleh GE dengan evaluasi ekstensif dari panel ahli dan pakar serta masukan dari pemangku kepentingan yang luas.

Selama enam tahun pembersihan sungai, jutaan meter kubik sedimen yang tercemar PCB diangkat dari dasar sungai. Tantangan ini membuat EPA menyatakan kegiatan pembersihan sungai yang dilakukan oleh GE sebagai upaya pembersihan pencemaran yang paling kompleks dalam sejarah Amerika Serikat. Sebelumnya tak ada kegiatan restorasi lingkungan yang begitu massif, besar dan kompleks, seperti yang dilakukan GE di Sungai Hudson.

Meskipun perusahaan telah melakukan upaya besar-besaran membersihkan Sungai Hudson, kritik dan skeptisme masih belum sepenuhnya pupus. Sejumlah masyarakat di tepian Sungai Hudson masih terus menuntut perusahaan untuk melanjutkan membersihkan sisa residu PCB di sungai. Namun EPA tidak mendukung ide itu karena menganggap bahwa upaya penggalian sedimen yang dilakukan GE telah cukup untuk menghilangkan kandungan residu PCB, dan Sungai Hudson memiliki peluang untuk pulih kembali. Perusahaan menyatakan akan mengikuti arahan EPA sebagai lembaga pengambil keputusan dalam pengelolaan lingkungan.

Apa yang terjadi dengan GE menjelaskan bahwa perusahaan dapat memikul dosa-dosa yang dilakukan oleh kegiatan perusahaan di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk bersikap proaktif dan lebih berhati-hati dalam mengelola tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Salah dalam kebijakan hubungan relasional dengan pemangku kepentingan dapat membuat perusahaan tersandera.

Dengan terbebasnya GE dari beban pencemaran lingkungan, perusahaan dapat mengikuti trend bisnis yang kian peduli dengan permasalahan sosial, lingkungan dan sustainability. GE tak lagi memiliki beban dan dosa bawaan saat mengembangkan inovasi bisnisnya. Ditahun 2005, GE mengumumkan inisiatif Ecomagination. Suatu upaya dan tindakan yang melampaui kepatuhan (compliance) dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kesehatan jangka panjang bagi perusahaan.

Melalui Ecomagination, GE mengarahkan kegiatan bisnisnya dengan nilai-nilai baru. Perusahaan menciptakan teknologi bersih untuk membantu pelanggannya mengurangi dampak lingkungah. Dengan menggandakan investasi tahunan perusahaan di teknologi bersih, GE juga berhasil menggandakan penghasilannya dari produk-produk ramah lingkungan menjadi dua kali lipat.

Perusahaan dengan inovatif memproduksi produk-produk energi terbarukan seperti turbin angin, energi matahari, mesin jet dan lokomotif yang irit bahan bakar, yang semuanya semakin relevan dengan pelanggan yang kian peduli dengan sustainability. Semuanya ini hanya mungkin karena GE mau berubah dan membayar lunas dosa-dosa masa silamnya. Dr. M. Gunawan Alif (Chairman Indonesia CSR Society)