2048, Senjakala Peradaban Manusia

0
1748

Kiamat konon sudah dapat dipastikan, jatuh pada tahun 2048, kata David DeNoon.

Hal tersebut terjadi ketika laut di bumi akan kehilangan ikan-ikannya.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Boris Worm, PhD, dari Dalhousie University di Halifax keanekaragaman hayati terus mengalami penurunan yang disebabkan karena penangkapan ikan yang berlebihan, polusi, hilangnya habitat, dan perubahan iklim.

Penelitian itu menunjukkan bahwa sebanyak 29% spesies ikan yang bisa dimakan mengalami penurunan hingga 90 persen. Sebuah penurunan ekstrim yang dapat memproyeksikan kepunahan total sebuah populasi.

Tetapi, bukan hanya kehilangan makanan laut saja yang bakal menjadi permasalahan.

Spesies yang terancam punah ini juga berfungsi menyaring racun air laut, melindungi garis pantai, dan mengurangi risiko ledakan ganggang.

Sementara itu, laju penurunan keanekaragaman hayati laut yang semakin tinggi juga berdampak buruk pada ekosistem lainnya. Salah satunya adalah manusia yang sangat bergantung pada hasil laut.

Ini tidak terjadi hanya di satu daerah. Studi yang dilakukan oleh Worm dan rekannya telah meneliti hilangnya spesies pada skala lokal, regional, hingga global, dalam berbagai ekosistem.

Dimanapun mereka meneliti, hasilnya tetap sama, yaitu semakin meningkatnya laju penurunan keanekaragaman hayati maka ini semakin berdampak pada peningkatan kerusakan ekosistem yang bergantung padanya.

Keanekaragaman hayati merupakan sumber daya terbatas yang tak akan bisa mengimbangi kerakusan manusia yang tak terbatas. Jika manusia tidak bertindak, maka tidak ada lagi yang tersisa untuk kita nantinya. Setidaknya 29 tahun yang akan datang, di tahun 2048.

Meskipun demikian, manusia belum terlambat untuk mencegah ‘kiamat’ ini terjadi.

Worm mengatakan bahwa manusia masih memiliki peluang emas agar setelah tahun 2048 kita masih bisa makan sushi dan hasil laut lainnya.

Meskipun ada beberapa spesies yang sudah benar-benar punah, namun banyak yang masih bisa diselamatkan.

Langkah pertama yang harus dilakukan dengan segera adalah, dengan melakukan konservasi di sejumlah negara, namun keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi dari masyarakat negara itu sendiri.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan mengatasi permasalahan bycatch yang menyebabkan banyaknya makluk laut yang tidak diinginkan tertangkap dan mati oleh jaring-jaring nelayan.

Sebagai konsumen, kita juga bisa berpartisipasi dengan menudukung organisasi konservasi laut dan membuat pilihan cerdas ketika kita membeli makanan laut, hingga mendukung mereka yang berperan aktif di sektor perikanan.

Seluruh kehidupan di lautan adalah penting. Keberagaman ekosistem laut merupakan kunci dari keberlangsungan kehidupan di dalamnya.

Haruskah kita menyaksikan ikan terakhir di laut mati untuk bisa menyadari betapa pentingnya keberadaan mereka? Mungkinkah sejarah peradaban manusia akan tenggelam bersamaan dengan ikan-ikan di ujung cakrawala berbatas senjakala? Pilihannya di tangan kita. (Berliyantin)