Lakukan Ini, Jangan Berhenti di Kamu! 

0
1207

Dari hasil penemuan yang dikeluarkan pada bulan September tahun 2018 lalu tentang The Special Report on Global Warming of 1.5C, sejumlah ilmuwan iklim terkemuka mengeluarkan peringatan, bahwa upaya kita untuk menjaga agar suhu bumi tidak naik hingga 1.5C sampai akhir abad 21 masih jauh dari kata cukup. 

Mereka menekankan bahwa kita harus melakukan lebih. Jika tidak, dampak dari perubahan iklim akan jauh lebih parah. Dari seluruh diskursus penting yang muncul terkait permasalahan iklim, diskursus mengenai apa yang bisa kita lakukan dan bagaimana melakukannya dengan cara yang paling efektif harus menjadi diskursus arus utama.

Apa yang bisa saya, kamu, dan kita semua lakukan? Berikut adalah beberapa rekomendasi dari kami.

  • Konsumsi dan Cintai Makanan Lokal

Mengapa? Jika kita lebih banyak mengonsumsi makanan lokal, maka kita akan mengurangi produksi emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari proses pengangkutan bahan makanan dari lokasi yang hanya bisa ditempuh dengan pesawat.  

Kimberly Nicholas, Profesor dari Lund University Centre for Sustainability Studies di Swedia mengungkapkan bahwa kita harus bisa mengurangi emisi karbondioksida di akhir dekade mendatang. 

Oleh karenanya, selain lebih mencintai produk pangan lokal kita juga bisa menekan emisi karbon dioksida dengan mengurangi aktivitas bepergian menggunakan pesawat.

  • Perbanyak Jalan Kaki dan Bersepeda

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nicholas dari Lund University, dari 148 aktivitas yang berdampak pada perubahan iklim, tidak menggunakan mobil merupakan aktivitas yang paling efektif. 

Kendaraan pribadi adalah transportasi yang paling berpolusi dibandingkan dengan mode transportasi lainnya seperti berjalan kaki, bersepeda, hingga kendaraan umum.

  • Ubah Pola Makan

Apa hubungannya pola makan dengan perubahan iklim? Oh, jelas banyak! 

Nyatanya, setelah bahan bakar fosil, pabrik dari sektor ternak merupakan faktor penting yang memiliki dampak besar terhadap perubahan iklim. 

Pabrik daging misalnya, mereka dapat berdampak pada pemanasan global melalui beragam cara. Misalnya, sendawa sapi saja sudah menghasilkan banyak gas methana. Tidak hanya itu, perawatan mereka memerlukan banyak sekali air dan juga pupuk yang menghasilkan greenhouse gas. 

Dengan mengurangi konsumsi protein hewani, saya, kamu, dan kita bakal menekan secara signifikan produksi emisi karbon dioksida.  

Jika hanya kamu yang melakukannya, seberapa besar dampak yang akan kamu buat?

Seandainya hanya saya dan kamu yang baru mulai menerapkan kebiasaan di atas, maka efeknya akan tetap besar. Mengapa demikian? Ilmuwan sosial menyatakan bahwa ketika seseorang membuat keputusan yang berorientasi pada keberlanjutan, besar kemungkinan orang lain akan mengikutinya.

Sebagai makhluk sosial, secara tidak sadar kita akan selalu berusaha menyesuaikan diri dengan tindakan dan nilai-nilai yang berkembang di lingkungan. Bahkan kita terus mengevaluasi apa yang sudah kita atau teman-teman terdekat kita lakukan. 

Jadi bukan sebuah kemustahilan apabila saya dan kamu mulai menerapkan kebiasaan hidup yang ramah lingkungan, orang-orang di sekitar kita juga akan melakukan hal serupa. 

Tidak ada yang tidak mungkin, yang ada hanya keengganan untuk mencoba.  (Berliyantin)