Wahai Umat Manusia, Please, Do Your Magic!

0
820

Kalau kamu gemar jalan-jalan random di sosial media, pasti pernah dengar ungkapan ‘please do your magic’ itu lho yang dipakai untuk mem-viralkan suatu topik atau isu tertentu. Dalam beberapa kasus, cara ini bisa dibilang efektif, topik yang dibahas jadi viral bahkan terkadang secara terstruktur, sistematis dan masif, ehehehehe.

Nah kalau mengacu pada soal tadi, sosial media sebetulnya bisa jadi platform yang tepat untuk membangun sebuah wacana dan percakapan publik lho, ya walau dalam format virtual.

Kalimat please, do your magic ini mungkin memang memiliki daya magis yang ampuh hingga bisa menghipnotis banyak netizen untuk berpartisipasi, walau sebetulnya kalimat tersebut tidak memiliki kedalaman makna yang adiluhung atau mandraguna.

Nah sebenarnya, apa sih penyebabnya sebuah kalimat yang cenderung receh ini bisa memicu sebuah gerakan di sosial media? Kalau kita perhatikan, titik fokusnya bukanlah kalimat itu yang berfungsi sebagai jampi atau mantra, tapi di mana dia digunakan. Yap, sosial media saudara-sudari sekalian! Di mana tiap individu direpresentasikan dalam sebuah akun virtual dengan balutan persona dan citra tertentu.

Yha, lalu apa masalahnya? Lho memang harus ada masalah dulu ya supaya bisa di bahas? Hehe, tentu tidak ada masalah dengan akun-akun virtual ini. Cuma yang mengherankan, kok fenomena macam ini nggak terjadi dalam isu-isu penting yang terjadi di dunia nyata.

Andai saja jampi-jampi do your magic itu bisa digunakan di dunia nyata, banyak lho kegunaannya. Ambil saja contoh seperti pembalakan hutan, polusi, atau pemanasan global bisa di atasi hanya dalam hitungan hari bahkan jam.

Eits, tapi jangan heran kalau hal ini tidak manjur saat dilakukan di dunia nyata. Jangan lupa lho, di dunia nyata aksi seseorang tidak bisa lagi hanya sekedar mengetuk layar sentuhnya, ia dihadapkan pada persoalan yang riil, maka partisipasinya pun harus bersifat nyata, baik tenaga maupun pikiran. Jadi jangan heran, kenapa do your magic itu bisa sangat efektif di dunia maya, lha judulnya saja magic, ya kan tinggal pakai trik saja, trik mengetik ulang, atau membubuhkan tanda pagar pada kata kunci tertentu. Jadi apa sulitnya?

Mungkin dengan sebuah sentuhan kita bisa mengubah nasib seseorang di sosial media, tapi untuk merubah dunia, rasanya kita tidak bisa tetap manja dengan hanya mengetuk layar telepon genggam, di dalam ruangan nyaman ber-AC sembari ditemani secangkir kopi dari sebuah kedai kenamaan, lalu berharap dunia akan jadi lebih baik. Hutan-hutan berhenti dijarah, polusi menurun drastis dan pemansan global dapat dihentikan lajunya. Tentu tidak kan? Jadi, wahai umat manusia “please, do your magic!